Rencana pemerintah untuk membenahi Kerata Api Listrik yang selama ini menjadi salah satu alternatif transportasi bagi masyarakat Jabodetabek menimbulkan polemik di kalangan masyarakat. Ada yang beranggapan bahwa perubahan sistem ini mungkin saja menuju kebaikan. tapi ada juga yang beranggapan bahwa sistem baru ini justru menyulitkan.
Jika dilihat dari sisi logika, dihilangkannya kereta jenis expres yang akan merugikan karena kereta yang berhenti di setiap stasiun berarti memperpanjang waktu tempuh jika dibandingkan dengan kereta expres yang hanya berhenti di stasiun tertentu bahkan cenderung menyalip kereta lain.
Tapi, pernahkah anda ketinggalan kereta expres? jadwal kedatangan kereta expres hanya beberapa kali setiap harinya. Jika kita sudah tertinggal, maka butuh waktu lama untuk menunggu kereta sejenis dan ada kemungkinan kereta jenis lain yang kita naiki akan disusul kereta expres dibelakangnya.
Hmmm seperti apa jadinya nanti, saya rasa jika ada perubahan maka memang harus ada penyesuaian.
Sayangnya sosialisasi mengenai jadwal baru belum dilakukan dengan maksimal oleh pihak PT.KAI. Jadwal kereta yang baru masih belum ada. berapa waktu yang dibutuhkan untuk mencapai stasiun terjauh dengan sistem baru ini juga belum ada sosialisasinya. Mereka hanya mengatakan tidak perlu kuatir.Mungkin ini waktunya untuk setidaknya percaya dulu apa yang dikatakan pemerintah. Jika kita berpikir positif, menurut saya hasil akhirnya pun akan baik. Hmmm tidak sabar menunggu tanggal 2 Juli 2011
Senin, 13 Juni 2011
Kamis, 12 Mei 2011
Mimpi hari ini
Tiba-tiba terngiang dalam kepala apa jadinya hidup saya 10 tahun yang akan datang?
Usia 37 tahun... Hmmmm saya berharap saya menjalaninya dengan seorang anak lucu yang hampir
berusia 7 tahun. bersiap untuk sekolah dan mencoba menjalani hidup di institusi normatif seperti sekolah.
Lalu teringang dalam kepala... bagaimana menyekolahkan dia? Sekolah seperti apa yang layak untuk anak seusia ini? Saya lalu berpikir, bagaimana kalau pada usia itu saya mencoba mencari beasiswa Doktoral ke negara lain, mencari peruntungan untuk sekolah disana sambil membawa bayiku untuk mencobai pengalaman yang sama dengan yang saya coba.
Sehingga bukan saya saja yang pintar, tapi juga anak saya. Bukan saya saja yang punya pengalaman berbeda dengan orang lain seusia saya, tapi anak saya juga. Lalu saya berpikir kembali, daripmana uang untuk membiayai pendidikan dia yah? Oh, bisa jadi saya memperolehnya dari beasiswa kantor juga. Katanya sih, keluarga penerima beasiswa bisa memperoleh tunjangan juga jika dibawa kesana.
Lalu saya berpikir lagi, bagaimana nasib suami saya? dia dan pekerjaannya, dia dan kehidupannya. Hmmmmm, saya jadi pusing. sudahlah saya pikirkan saja nanti kalau anak saya sudah betul-betul berusia 5 tahun. Mimpi saya hari ini sampai disini dulu
Usia 37 tahun... Hmmmm saya berharap saya menjalaninya dengan seorang anak lucu yang hampir
berusia 7 tahun. bersiap untuk sekolah dan mencoba menjalani hidup di institusi normatif seperti sekolah.
Lalu teringang dalam kepala... bagaimana menyekolahkan dia? Sekolah seperti apa yang layak untuk anak seusia ini? Saya lalu berpikir, bagaimana kalau pada usia itu saya mencoba mencari beasiswa Doktoral ke negara lain, mencari peruntungan untuk sekolah disana sambil membawa bayiku untuk mencobai pengalaman yang sama dengan yang saya coba.
Sehingga bukan saya saja yang pintar, tapi juga anak saya. Bukan saya saja yang punya pengalaman berbeda dengan orang lain seusia saya, tapi anak saya juga. Lalu saya berpikir kembali, daripmana uang untuk membiayai pendidikan dia yah? Oh, bisa jadi saya memperolehnya dari beasiswa kantor juga. Katanya sih, keluarga penerima beasiswa bisa memperoleh tunjangan juga jika dibawa kesana.
Lalu saya berpikir lagi, bagaimana nasib suami saya? dia dan pekerjaannya, dia dan kehidupannya. Hmmmmm, saya jadi pusing. sudahlah saya pikirkan saja nanti kalau anak saya sudah betul-betul berusia 5 tahun. Mimpi saya hari ini sampai disini dulu
Senin, 09 Mei 2011
Perubahan..
Untuk kebaikan atau kemunduran...
Semua orang berpendapat bahwa perubahan merupakan salah satu cara untuk menuju sebuah perbaikan.Tetapi apakah benar yang namanya perubahan betul-betul tertuju dan akan selalu menuju kepada sebuah perbaikan. perubahan adalah sebuah transformasi, akan ada yang berganti.Akan diperlukan proses adaptasi, akan diperlukan pembenahan disana sini.
Seperti apa nantinya yang terjadi setelah perubahan ini, hmmm siapa yang dapat memastikan. Sebuah kepompong saja sulit untuk diprediksi akan menjadi kupu-kupu seperti apa dia nantinya, cuma waktu yang dapat menjawab.Saya berharap beberapa waktu kedepan jika saya membuat tulisan di blog ini, saya sudah dapat menjawab pertanyaan yang saya buat sendiri hari ini.
Semua orang berpendapat bahwa perubahan merupakan salah satu cara untuk menuju sebuah perbaikan.Tetapi apakah benar yang namanya perubahan betul-betul tertuju dan akan selalu menuju kepada sebuah perbaikan. perubahan adalah sebuah transformasi, akan ada yang berganti.Akan diperlukan proses adaptasi, akan diperlukan pembenahan disana sini.
Seperti apa nantinya yang terjadi setelah perubahan ini, hmmm siapa yang dapat memastikan. Sebuah kepompong saja sulit untuk diprediksi akan menjadi kupu-kupu seperti apa dia nantinya, cuma waktu yang dapat menjawab.Saya berharap beberapa waktu kedepan jika saya membuat tulisan di blog ini, saya sudah dapat menjawab pertanyaan yang saya buat sendiri hari ini.
Jumat, 22 April 2011
From January to April
Semua masih sama... sama seprti tahun-tahun yang lalu. Sama seperti masa-masa yang lalu.
Walau sudah hampir 4 bulan berjalan, semuanya masih sama. Lama-lama saya mulai bosan.
Lama-lama saya mulai cape... baiknya saya tidur saja, daripada menulis hal tidak penting untuk dibaca..
Walau sudah hampir 4 bulan berjalan, semuanya masih sama. Lama-lama saya mulai bosan.
Lama-lama saya mulai cape... baiknya saya tidur saja, daripada menulis hal tidak penting untuk dibaca..
Kamis, 09 Desember 2010
Dikalahkan oleh diri sendiri
Terlalu percaya diri kadang kala tidak terlalu baik. Saya jadi ingat kata-kata Adi MS, waktu menjadi juri di Indonesia Mencari Bakat. Dia bilang begini ke Putri Ayu yang waktu itu salah satu finalis. Percaya Diri itu perlu, tapi setiap kali mau nyanyi kamu perlu juga grogi supaya persiapan kamu maksimal dan gregetnya tetep ada, jadi kamu gak jumawa dan menyepelekan segala sesuatu.
Dan kali ini... saya dikalahkan oleh diri sendiri...
Thanks God to let it happen...
Dan kali ini... saya dikalahkan oleh diri sendiri...
Thanks God to let it happen...
Kamis, 18 November 2010
Kendala hati
Kemarin malam berbincang dengan Tuhan. bicara soal hari ini besok, lusa, masa depan bahkan masa lalu. Disela-sela pembicaraan, saya berbincang juga tentang keinginan-keinginan saya. Tentang masa depan tentu saja. Saya sempat menyatakan bahwa saya siap menerima rencana Tuhan. Apapun bentuk rencana itu.
Saya katakan bahwa kalau Tuhan berkenan dan ingin memberikan yang terbaik bagi saya dengan mengijinkan saya kalah berperang, maka saya siap kalah perang. Saya akan siap memberikan wilayah kekuasaan saya kepada musuh. Tanah yang saya pupuki dan sirami, tanah yang saya tanami bunga, buah dan sayuran. Saya yakinkan diri saya dan kembali mengatakan saya siap Tuhan. Saya yakin akan ada pengganti tanah ini. Akan ada daerah yang lebih subur, membawa kemakmuran, indah dan hasilnya baik yang Kau siapkan untuk saya.
Setelah saya selesai berbincang, pamit mundur dan kembali ke duia saya, tiba-tiba telephone genggam saya berbunyi. Ia memberikan pesan bahwa ada musuh yang mulai mengintai. Bahkan ia sudah mulai memasuki pekarangan tanah saya. Musuh itu sudah berada di wilayah saya. Jika musuh itu terus memasuki wilayah saya, mungkin saja saya akan kalah. Musuh saya kali ini, sepertinya akan mampu mengalahkan saya. Senjatanya lebih kuat, parasnya lebih kokoh, astaga saya ketakutan.
Lalu saya mulai menangis, saya menyesali doa saya. Saya menyesali perbincangan saya dengan Tuhan. Saya ingin mempertahankan wilayah saya. Saya tidak ingin kalah perang. Saya sadar mungkin musuh saya akan lebih optimal mengusahakan tanah ini. Saya sadar musuh saya pasti akan lebih rajin memupuk dan menyirami tanah ini. Dengan peralatannya dan tubuhnya, dengan kemampuannya dan sifatnya. Astaga saya tidak rela melepaskan... Pokoknya gak rela... Gak mau...
Lalu mereka mulai berkata.. "Hai... kamu egois sekali......"
Tertunduk haru saya berseru: Oh, Tuhan.. saya gamang.. saya tidak tau apa yang saya inginkan..
Saya katakan bahwa kalau Tuhan berkenan dan ingin memberikan yang terbaik bagi saya dengan mengijinkan saya kalah berperang, maka saya siap kalah perang. Saya akan siap memberikan wilayah kekuasaan saya kepada musuh. Tanah yang saya pupuki dan sirami, tanah yang saya tanami bunga, buah dan sayuran. Saya yakinkan diri saya dan kembali mengatakan saya siap Tuhan. Saya yakin akan ada pengganti tanah ini. Akan ada daerah yang lebih subur, membawa kemakmuran, indah dan hasilnya baik yang Kau siapkan untuk saya.
Setelah saya selesai berbincang, pamit mundur dan kembali ke duia saya, tiba-tiba telephone genggam saya berbunyi. Ia memberikan pesan bahwa ada musuh yang mulai mengintai. Bahkan ia sudah mulai memasuki pekarangan tanah saya. Musuh itu sudah berada di wilayah saya. Jika musuh itu terus memasuki wilayah saya, mungkin saja saya akan kalah. Musuh saya kali ini, sepertinya akan mampu mengalahkan saya. Senjatanya lebih kuat, parasnya lebih kokoh, astaga saya ketakutan.
Lalu saya mulai menangis, saya menyesali doa saya. Saya menyesali perbincangan saya dengan Tuhan. Saya ingin mempertahankan wilayah saya. Saya tidak ingin kalah perang. Saya sadar mungkin musuh saya akan lebih optimal mengusahakan tanah ini. Saya sadar musuh saya pasti akan lebih rajin memupuk dan menyirami tanah ini. Dengan peralatannya dan tubuhnya, dengan kemampuannya dan sifatnya. Astaga saya tidak rela melepaskan... Pokoknya gak rela... Gak mau...
Lalu mereka mulai berkata.. "Hai... kamu egois sekali......"
Tertunduk haru saya berseru: Oh, Tuhan.. saya gamang.. saya tidak tau apa yang saya inginkan..
Kamis, 28 Oktober 2010
Saya jadi ragu
Beberapa hari yang lalu saya membaca artikel di rubrik female kompas.com. Artikel tersebut memberikan ciri-ciri wanita yang sebenarnya lebih memilih untuk hidup sendiri, walaupun mereka sudah punya pasangan. Waktu saya baca artikel tersebut saya mulai membandingkan apa yang tertuang pada artikel trsebut dengan diri saya. Disitu dituliskan bahwa jika kita masih membangdingkan dan menilai setiap sisi pasangan kita ke arah negatif, mungkin sebenarnya kita tidak betul-betul mau memiliki pendaming. Artikel tersebut memberikan ciri-ciri yang kurang lebih begini, jika anda masih memikirkan bahwa suara pasangan anda terlalu cempreng, badannya kurang tinggi, kulitnya terlalu pekat, matanya terlalu sayu, dia terlalu bersih untuk ukuran laki-laki, rambutnya selalu saja mengganggu penglihatan atau gak usah barengan kan gak apa, males banget ngumpul sama temen-temennya emangnya gw gak punya temen. Atau juga penyataan "gak ada kamu juga aku bisa kok", "gak usah dijemput ah, kaya apaan aja".
Mungkin itu indikator bahwa kamu lebih suka hidup sendiri. Kamu lebih suka merasa bebas meilih dan tidak tergantung pada papun dan siapapun. Hmmm tiba-tiba saya menarik napas panjang setelah membaca itu. Beberapa pernyataan memang sering ada di hari kecil saya, walau adabeberapa yang saya utarakan pada pasangan. Tiba-tiba saya jadi berpikir, apa benar saya sebetulnya lebih cocok untuk sendiri saja? saya jadi meragukan diri saya sendiri..
Mungkin itu indikator bahwa kamu lebih suka hidup sendiri. Kamu lebih suka merasa bebas meilih dan tidak tergantung pada papun dan siapapun. Hmmm tiba-tiba saya menarik napas panjang setelah membaca itu. Beberapa pernyataan memang sering ada di hari kecil saya, walau adabeberapa yang saya utarakan pada pasangan. Tiba-tiba saya jadi berpikir, apa benar saya sebetulnya lebih cocok untuk sendiri saja? saya jadi meragukan diri saya sendiri..
Langganan:
Postingan (Atom)