Senin, 19 September 2016

Hamil anak kedua, Puji Tuhan

Kakak Cathlyn anak pertamaku sudah berusia 20 Bulan. sekarang sedang dalam tahap lepas asi dan sedang mencoba lebih banyak minum susu formula, dibanding asi. 

ternayata nyapih anak, susahnya bukan main. gak tega, sedih, sakit secara fisik campur-campur jadi satu. emosi juga memuncak banget. Pelan-pelan cathlyn diajarin untuk gak lagi nenen. mulai dari bicara soal usia yang hampir 2 tahun jadi gak boleh neen lagi sampai rencana akan punya adik. Belum sukses dan masih nangis-nangisnya si cathlyn bolak-balik bikin aku luluh dan tetap ngasih asi ke cathlyn. sampe pada akhirnya badan rasanya aneh banget dan udah gak ada lagi rasa sakit klo gak nenenin kk. 

Malam takbiran, 5 Juli 2016, dengan keadaan lesu dan muntah-muntah terus, akhirnya aku dianter suami terpaksa ke rumah sakit. kuatir tipes atau demam berdarah walau badan gak demam. Dr. Samuel di RS. Bunda Margonda menangani aku dengan teliti dan sabar. di akhir pemeriksaan fisik, dia nyaranin untuk test pack. "Apa?? gak perlu deh dok, saya baru telat 4 hari." begitu kata aku ketus. tapi akhirnya nurut juga, ke lab, tes darah dan tes urin. 

Setelah 1 jam, hasil tes keluar. aku dan suami langsung buka hasil tesnya penasaran mau liat hasil test pack. dan ya, Puji Tuhan, positif hamil. Antara sedih, merasa berdosa, kecawa dan sedikit seneng. setiap kali inget kk cathlyn rasanya bersalah sama dia. Rasanya masa kecilnya bersama kami, hanya bertiga masih terlalu pendek. sebentar lagi cathlyn punya adik dan pasti perhatian akan terbagi antara ke adiknya dan ke dia. Tapi lalu aku juga sadar, kalau anak ini sungguh anugrah Tuhan. seminggu sebelum cek lab, aku sempet dinas ke Pulau Natuna, naik hercules dan harus naik speedboat TNI ke Kapal KRI Diponogoro ditengah laut. Speedboat yang kita naiki, speedboat TNI, bener-beenr terguncang-goncang kebawa ombak dan terhempas-hempas dilempar ombak. Naik kapal KRI Diponogoro juga susahnya minta ampun. Tapi, puji Tuhan, anak ini bertahan dan berkembang. 

Menjalani Proses Kehamilan
Setelah positif hamil, badan rasanya makin gak karu-karuan. mungkin ini dampak dari perasaan bersalah ke kk cathlyn. setelah libur lebaran, aku ke dokter kandungan. setelah diperiksa, usia kandungan ternyata sudah 8 minggu. jantung sudah keliatan kedap kedip dan kondisi bayinya sehat, hanya saja kondisi ibunya yang mabok berat. 

seingat aku, dulu waktu hamil cathlyn, gak pernah muntah sepanjang hari. Yang ini agak lain, sampe-sampe harus minum obat anti mual. 

lets hope everything going well

Senin, 13 Juni 2016

Another episode of work


Suatu ketika, nara sumber di sebuah diklat khusus PNS bilang, kadang kala, ibu-ibu seperti aku, semakin hari semakin tumbuh jiwa kepegawaiannya dan kehilangan jiwa keibuan. mungkin ada benernya juga, tulisan ini, lebih ke cerita di kantor dibanding cerita soal anak dan suami. 

Selasa, 7 Juni 2016 yang lalu, Presiden Jokowi seperti kebiasaannya suka ngumpulin orang melakukan lagi kegilaannya itu. kali ini yang dikumpulin gak tanggung-tanggung, 1806 undangan. demi sebuah pengarahan langsung kepada jajaran PNS, Presiden memerintahkan untuk mengundang para pejabat eselon 2 kementerian di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan. 

tentu kehebohan terjadi di bagian persiapan persidangan. ini jadi tugas dan tanggung jawab aku, selaku kepala sub bidang persiapan persidangan untuk menyiapkan semuanya, mulai dari undangan, tempat acara, alur keluar masuknya para peserta, registrasi, laporan ke Presiden Wapres soal acara dan yang paling penting, memastikan undangannya hadir di tempat acara. 

semua tim diarahkan untuk ikut bantu. sistem registrasi berbasis komputer dibuat, dengan menggunakan barcode untuk mempermudah pekerjaan registrasi. semua alur skenario kedatangan tamu sudah diperkirakan dan diantisipasi. 

selasa, 7 Juni 2016 Pukul 06.00 WIB, saat tim registrasi belum siap menerima tamu, para undangan sudah berdatangan. kami kocar kacir, siap-siap secepat mungkin, mencoba terliat profesional yang gak sekedar kata-kata siap di mulut. 

pukul 08.45 WIB jumlah tamu sudah 1480 dan masih terus bergulir, Presiden dan Wakil Presiden pun sudah sampai di tempat acara. 

Pukul 08.55 WIB jumah tamu 1.536 peserta, Presiden, Wapres dan ajaran menteri masuk ke tempat acara. Acara dimulai, pintu ditutup. Tamu yang terlambat datang, gak diijinkan untuk masuk. 

Dalam arahannya, Presiden menyampaikan rasa sukacitanta atas pertemuan ini, kami bangga sekaligus puas. Lalu, Presiden menyampaikan kalau beliau akan melaksanakan kegiatan serupa Desember 2016 nanti, kami pingsan…!!!!


Senin, 22 September 2014

From pray to bless

Maret 2014 atau 8 bulan setelah nikah, aku mulai sadar klo udah hampir 1 minggu terlambat haid. Terlambat haid memang jadi salah satu yg aku tunggu-tunggu setiap bulannya. Mulai dari ngeliatin celana, periksa perubahan tubuh, berdoa gak abis2 supaya hamil, sampe nyobain semua yg orang bilang supaya hamil. Hasilnya nihil. Bulan Februari akhirnya haid lagi, setelah itu, sibuk nyari tanggal masa subur dan sebisa mungkin gak stress. Tapi ternyata semakin dipikirin, semakin terasa beratnya. Kaya bawa batu bata dalam tas. Per Februari itu juga, aku putusin untuk pasrah. Gak usah ngitung2 masa subur, bahkan aku gak minta lagi untuk punya anak.

Ternyata justru ditengah kepasrahan itu, Tuhan menunjukan kuasanya. Doa-doa yg dipanjatkan selama ini dijawab. Minggun ke tiga Maret, aku test pack lalu ke dokter. Dokter bilang, aku sudah pasti hamil. Hanya saja belum terlihat janinnya. Masih kantong katanya. Gak ngerti, aku ngangguk2 aja.

Beberapa hari kemudian, ada flek, banyak. Setelah 3 hari gak berenti, aku ke dokter lagi. Dokter bilang, usia kandungan harusnya sudah sekitar 7 minggu. Dikasih obat penguat dan diminta bed rest. Saat itu, aku kembali merajuk ke Tuhan, jangan sampe berkat ini ditarik pagi. Minta ampun dan bener2 meyakinkan diri klo aku mau jadi ibu. Tuhan jawab doaku. 1 minggu kemudian, jantungnya mulai terlihat. Aku semakin yakin, dia akan tumbuh besar.


Senin, 15 September 2014

My new life

Cuma mau sombong masukin beberapa foto nikah… 

Sekedar bagi-bagi memori




Tulisan ini gak ada judulnya


its been many years yahhhhh........

Hidup sudah berubah sekali, mulai dari pengalaman jalan-jalan tak tentu arah ngikutin Presiden kunjungan kerja di dalam negeri, sampi ke Kunjungan kerja luar negeri. sekarang malah lebih spektakuler lagi....


6 Juli 2013 lalu, akhirnya gw nikah....
Nikah dalam arti yang sebenarnya.....
Gak pernah dibayangkan sebelumnya bakalan nikah dan tidur sebelahan sama laki-laki...
Jihh, biasanya ketempel  monic, ade perempuan gw yang 15 tahun terakhir tidur sama gw geli, panas, gak suka. ini mesti nempel sama laki-laki... ya Tuhannn... "what's gonna be happen?" pasti gak bisa tidur, pasti besok seminggu dan gw tipes. tapi ternyata nggak lohh.... malah sebaliknya hahaaa...

balik lagi ke kehidupan sebelum nikah. pacaran sama laki-laki asing yang gw ketemu secara gak sengaja di gereja ternyata merubah hidup gw. pertemuan dari ngurusin kepanitian natal dan paskah gereja ternyata membawa berkat seumur hidup. setidaknya itu yang gw rasain. kerjaan di kantor pun makin padet. mulai dari ikutan perjalan dinas dalam negeri, ngurusin rapat dan sidang hari kerja sampe hari libur termasuk juga perjalanan dinas ke Singapore, Pakistan, Ney York, Tokyo.

Gak terasa dua tahun juga terlewati untuk menyelesaikan pendidikan S2. itu juga alasan kenapa nih blog gak pernah keisi.. hahaaa sok sibukkk...


 

Selasa, 25 Oktober 2011

New Building, New Dreams, New entertaiment. An Airport.

Empat hari berada di Lombok, menambah banyak sekali pemahaman untuk saya.
Daerah ini benar-benar terasa kering dan tandus. Sistem perairan pada sawah warga sana yang masih menggunakan sawah tadah hujan sepertinya benar-benar membawa warna pada daerah ini. Ya, warna. Warna dalam arti yang sesungguhnya. Dapat dibayangkan jika musim penghujan, areal persawahan akan berwarna hijau, karena padi yang mengembang dan siap panen, cukup air dan matahari. Tetapi pada musim kemarau, areal persawahan dibiarkan tandus, tidak ditanami apapun selain rumput yang mengering.  Panas dan kusam.
Warna daerah ini semakin terlihat kala kemarau semakin panjang. bertambah tandus, coklat dan memerah seolah selaras dengan tipikal fisik penduduk Lombok. mungkin cuaca ini yang membuat mereka terlihat begitu. Tetapi pemandangan jadi berbeda ketika pertama kali aku melihat Bandara Internasional Lombok. Sebuah bangunan megah yang berada di aral gersang. Sebuah Bandara berstandar internasional yang dipadati penduduk lokal. Bukan untuk bepergian keluar kota, tetapi untuk menikmati keberadaan bandara ini.

Berdasarkan pantauan saya, sepertinya bandara inilah satu-satunya gedung beraksitektur modern yang ada di pulau lombok ini. Para penduduk yang memadati bandara internasional lombok ini, tidak hanya berasal dari masyarakat sekitar bandara, tetapi juga mereka yang berjarak cukup jauh dari Bandara. Biasanya mereka menaiki mobil Pick-Up untuk sampai ke bandara, lengkap dengan tiker, bekal makanan dan minumam, berbusana formal, dan membawa mainan untuk anak-anak mereka main.

Pertama kali mendarat di bandara internasional lombok ini, awalnya saya pikir mereka yang berkerumun di luar bandara adalah pengantar embarkasi haji atau TKI. ternyata mereka adalah warga sekitar yang ingin melihat kemegahan bandara, ingin menikmati sebuah fasilitas baru, dan ingin melihat pesawat terbang. Mengingat bandara Selaparang (Bandara Pertama di Lombok) yang terdapat di Kota Mataram berjarak hampir 60 KM dari bandara baru ini. Bandara Selaparang jauh dari jangkauan penduduk pedalaman atau bagi mereka yang tidak tinggal di kota. Bandara Selaparang juga hanyalah sebuah bandar udara lokal yang tidak besar dan tidak dimungkinkan untuk melihat pesawat dari sana.

Sambil menunggu waktu keberangkatan unutk pulang dari Bandara, saya menyempatkan diri untuk melihat aktivitas penduduk Lombok di bandara. Ternyata mereka betul-betul menggunakan bandara ini untuk piknik. Penduduk Lombok mulai memadati bandara mulai pukul 10.00 WITA - 20.00 WITA. Tidak banyak yang mereka lakukan selain duduk-duduk santai menikmati angin kencang dari hamparan tanah yang luas, makan dan minum bekal bawaan mereka sambil mengawasi anak-anak mereka berlari-larian dan melihat pesawat lepas landas ataupun mendarat. Saya cukup terharu melihat pemandangan ini. Saya merasa cukup beruntung bisa menaiki pesawat dan bepergian antar pulau. Mungkin bagi mereka yang berada diluar pagar bandara itu, bisa masuk ke dalam bandara dan naikan kaki mereka di tangga pesawat sudah merupakan mimpi.

Saya jadi teringat pesan yang disampaikan presiden SBY sewaktu meresmikan bandara dan meresmikan kawasan wisata Mandalika, Lombok Tengah. Ia bilang, "sebuah bandar udara bisa menjadi pintu untuk keluar masuknya modal bagi perkembangan perekonomian kawasan". Semoga hal itu juga yang terjadi di Lombok. Sebuah gedung baru yang membawa mimpi baru untuk perkembangan perekonomian khususnya di bidang pariwisata dan pangan, sebuah sarana hiburan bagi penduduk pedalaman di Lombok, sebuah pintu bagi pemerintah untuk memperbaiki pola kehidupan  masyarakat, misalnya dengan membangun waduk-waduk dan saluran irigasi. Sehingga masyarakat dapat bekerja, bertani, dan memproduksi lahan mereka. Mengubah kehijauan Lombok bukan hanya beberapa bulan dalam setahun tetapi menjadi sepanjang tahun. Membuat mimpi menjadi nyata.

Sabtu, 16 Juli 2011

Rutin dan Non Rutin

Banyak yang menyebutkan bahwa hal-hal yg sifatnya rutin itu membosankan. Tapi ada juga yang berpendapat bahwa hal-hal yang rutin adalah hal-hal yang mudah dan tidak memberatkan untuk dilakukan, malah akan terkesan biasa saja. Kalau kita bicara soal rutin dan non rutin, sebenarnya banyak hal rutin yang tidak sengaja sering kita lakukan dan tidak terasa membosankan dilakukan setiap hari. Sebut saja seperti minum air putih pagi hari, gosok gigi tiap mandi atau menyapa rekan kerja setibanya dikantor. Bukankah hal-hal itu semua sifatnya rutin? Sangkin rutinnya mungkin kita tidak pernah menyadari bahwa hal-hal tadi rutin kita lakukan, jadi mungkin berpikir untuk bosan pun tidak pernah ada di kepala kita.

Tapi bagaimana kalau hal-hal itu adalah kewajiban? Kewajiban artinya kalaupun tidak rutin tapi tetap harus dilakukan. Walaupun tergolong non rutin jika harus dilakukan ya tetap harus dilakukan. Seperti hari ini, saya tidak dalam kondisi rutin melakukan hal ini (menemani main futsal). Walaupun kegiatan ini tergolong kegiatan non rutin, tetapi memang ada kalanya ini menjadi kegiatan yg harus dilakukan.

Dinamika menjadi perempuan.